PLN Pusertif Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Kunjungan Pembelajaran Program PELITA Pancoran

Jakarta, 14 September 2026 – PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (PLN Pusertif) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kunjungan Pembelajaran Program PELITA Pancoran, yang mengusung konsep Pengelolaan Lingkungan Terintegrasi dan Ter-Elektrifikasi Pancoran.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program, memahami manfaat yang dirasakan masyarakat, serta mengidentifikasi peluang pengembangan agar Program PELITA Pancoran mampu memberikan dampak yang semakin luas. Kunjungan tersebut juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Program PELITA Pancoran merupakan salah satu wujud kepedulian PLN Pusertif terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini dirancang melalui pendekatan terintegrasi yang menghubungkan aspek lingkungan, kesehatan, sosial, dan pemanfaatan energi listrik dalam mendukung aktivitas masyarakat yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas sanitasi, mengelola fasilitas lingkungan secara berkelanjutan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. Pendekatan elektrifikasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan agar berjalan lebih efisien dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kunjungan pembelajaran ini turut menghadirkan Dr. Taufiq Supriadi Yusuf, seorang tokoh inspiratif, pakar pemberdayaan masyarakat, sekaligus penggagas gerakan Pencegah Krisis Planet. Ia dikenal mengembangkan pendekatan lingkungan berbasis partisipasi warga yang bermula dari lingkungan RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kehadiran Dr. Taufiq memberikan tambahan wawasan dan motivasi mengenai pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata yang dimulai dari rumah, lingkungan permukiman, dan komunitas. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menemukan dan menjalankan solusi atas permasalahan lingkungan di wilayahnya.

Gerakan Pencegah Krisis Planet mengembangkan praktik lingkungan berbasis masyarakat yang mencakup pengelolaan sampah, air, energi, pangan, ekonomi sirkular, dan edukasi warga. Media percontohan yang dikembangkan di Malaka Jaya juga menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat dan berbagai komunitas untuk melihat penerapan aksi lingkungan secara langsung.

Semangat tersebut memiliki keselarasan dengan Program PELITA Pancoran yang mengedepankan pengelolaan lingkungan terintegrasi, partisipasi aktif warga, dan keberlanjutan manfaat. Pertukaran pengetahuan selama kunjungan diharapkan dapat memperkaya pelaksanaan program sekaligus menghadirkan gagasan baru yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Pancoran.

General Manager PLN Pusertif, Bapak Dony Ocniza, menyampaikan bahwa keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari kemampuan program dalam mendorong perubahan positif dan membangun kemandirian masyarakat.

“Program PELITA Pancoran merupakan bentuk komitmen PLN Pusertif untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Kami ingin setiap program TJSL mampu menjawab kebutuhan nyata, mendorong partisipasi warga, serta menghadirkan manfaat yang dapat dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Bapak Dony Ocniza.

Menurutnya, kunjungan pembelajaran memiliki peran penting untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui peninjauan langsung, diskusi, dan dialog bersama masyarakat, PLN Pusertif dapat memperoleh masukan yang menjadi dasar evaluasi maupun pengembangan program pada tahap berikutnya.

“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Program PELITA Pancoran. Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menjaga keberlanjutan program,” tambah Bapak Dony Ocniza.

Kunjungan pembelajaran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan kerja bersama. Sinergi antara perusahaan, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, kelompok warga, serta berbagai pihak terkait diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang semakin bersih, sehat, nyaman, dan berdaya.

PLN Pusertif memandang masyarakat sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program TJSL. Melalui pendekatan partisipatif, perusahaan berupaya mendengarkan kebutuhan warga sejak tahap perencanaan, melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas dan manfaat program. Dengan demikian, hasil Program PELITA Pancoran dapat dijaga, dimanfaatkan secara optimal, serta dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Program PELITA Pancoran juga mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan perusahaan. Dari aspek lingkungan, program ini mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan. Dari aspek sosial, program memberikan ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, dari aspek tata kelola, pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan.

Selain memberikan manfaat secara langsung, Program PELITA Pancoran diharapkan dapat menjadi model pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan terintegrasi yang dapat diterapkan dan dikembangkan di wilayah lain. Praktik baik yang tumbuh di tengah masyarakat Pancoran dapat menjadi inspirasi dalam membangun lingkungan perkotaan yang lebih tangguh, sehat, dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

Bagi PLN Pusertif, tanggung jawab sosial merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan nilai tambah di luar kegiatan bisnis utama. Perusahaan tidak hanya menjalankan perannya dalam mendukung standardisasi, pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan keselamatan ketenagalistrikan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui Program PELITA Pancoran, PLN Pusertif menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekaligus menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan secara nyata.

“PLN Pusertif akan terus berkolaborasi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan program yang memberikan manfaat jangka panjang. Kami percaya bahwa lingkungan yang lebih baik dapat terwujud melalui kepedulian, partisipasi, dan semangat gotong royong,” tutup Bapak Dony Ocniza.

Kegiatan Kunjungan Pembelajaran Program PELITA Pancoran menunjukkan bahwa kolaborasi mampu mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Dengan dukungan dan keterlibatan masyarakat, PLN Pusertif optimistis Program PELITA Pancoran dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang semakin luas, serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

PLN Pusertif hadir bersama masyarakat untuk menghadirkan energi bagi lingkungan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih berkualitas.

Tentang PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif):

PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif) merupakan unit PLN yang berfokus pada pengujian, kalibrasi, inspeksi, dan sertifikasi guna memastikan standar keandalan serta mutu tinggi pada seluruh infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *