PLN Pusertif Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi WIRAMA Berbasis Ekonomi Sirkular

Jakarta, 20 Agustus 2026 – PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (PLN Pusertif) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program WIRAMA (Wirausaha Mandiri dari Limbah Berharga) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan material tidak terpakai menjadi produk bernilai guna dan ekonomis.

Program WIRAMA dilaksanakan melalui kolaborasi PLN Pusertif bersama Pemerintah Kota Bogor, Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Margajaya, serta Yayasan Bina Kreatif Pratama Indonesia. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.

Salah satu implementasi nyata WIRAMA adalah pemanfaatan seragam operasional bekas pegawai PLN Pusertif yang sudah tidak digunakan. Seragam dengan material yang masih layak tersebut diserahkan kepada peserta WIRAMA untuk diolah kembali melalui proses upcycling menjadi berbagai produk bernilai guna, salah satunya tas serbaguna.

Melalui proses tersebut, para peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan keterampilan menjahit, kreativitas, serta kemampuan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, barang yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat memperoleh siklus kehidupan baru sekaligus menjadi peluang produktif bagi masyarakat.

Menariknya, manfaat yang dihasilkan tidak berhenti pada proses produksi. Tas hasil karya peserta WIRAMA selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung program TJSL PLN Pusertif lainnya, yakni PLN Circular Waste Initiative di Bank Sampah PELITA Pancoran, Jakarta. Tas tersebut digunakan oleh para volunteer sebagai sarana dalam kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Rangkaian tersebut menjadi implementasi nyata konsep ekonomi sirkular, di mana seragam yang sudah tidak digunakan di lingkungan perusahaan diolah menjadi produk baru, memberikan peluang ekonomi kepada masyarakat, kemudian kembali dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pelestarian lingkungan.

General Manager PLN Pusertif, Dony Ocniza, menyampaikan bahwa WIRAMA merupakan bagian dari upaya PLN Pusertif untuk menghadirkan program TJSL yang mampu menciptakan manfaat secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Melalui WIRAMA, kami ingin membangun sebuah rantai manfaat. Seragam yang sebelumnya sudah tidak digunakan dapat memperoleh nilai baru melalui kreativitas dan keterampilan masyarakat. Dari proses tersebut, lahir produk yang memiliki nilai guna sekaligus membuka peluang ekonomi. Kami berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin mandiri dan produktif,” ujar Dony.

Dony menambahkan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, yayasan, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas manfaat sekaligus menjaga keberlangsungan program pemberdayaan.

“Bagi PLN Pusertif, TJSL bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana perusahaan dapat hadir untuk membuka peluang dan mendorong masyarakat agar semakin berdaya. Kolaborasi menjadi kunci agar manfaat yang diciptakan dapat tumbuh dan dirasakan lebih luas,” tambah Dony.

Selain memberikan dampak ekonomi dan lingkungan, WIRAMA juga menjadi bagian dari komitmen PLN Pusertif dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya secara bijak. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kebiasaan baru dalam melihat barang tidak terpakai bukan sebagai akhir dari sebuah siklus, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai.

Melalui WIRAMA, PLN Pusertif terus mendorong kolaborasi yang mampu menyatukan aspek pemberdayaan masyarakat, kepedulian lingkungan, dan penciptaan nilai ekonomi dalam satu rangkaian program TJSL.

Dari limbah menjadi karya, dari karya membuka peluang, dan dari peluang tumbuh kemandirian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *